Kajen – Puskesmas Kajen 1 mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan melalui tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi. Edukasi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit zoonosis dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Hantavirus ditularkan melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi, terutama ketika partikel tersebut mengering dan terhirup bersama debu. Penyakit ini tidak umum menular dari manusia ke manusia, sehingga pencegahan utama difokuskan pada pengendalian populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan.
Gejala awal infeksi hantavirus meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan rasa lemas. Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas atau gangguan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan medis segera. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut, terutama setelah terpapar lingkungan yang banyak terdapat tikus.
Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Kajen 1 mengimbau masyarakat untuk:
Puskesmas Kajen 1 juga terus melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kepedulian terhadap sanitasi lingkungan, diharapkan risiko penularan berbagai penyakit zoonosis, termasuk hantavirus, dapat diminimalkan.
Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan dan segera berkonsultasi ke Puskesmas Kajen 1 apabila mengalami keluhan kesehatan yang mengarah pada gejala penyakit infeksi. Pencegahan dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.